Nyambung artikel” yang lalu tentang ini juga,, pas baca di kompas, q sempet kaget… Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…
Kok ya, kompas bilang hal yang tabu (ga juga se..) kaya gt…
Masalahnya,, bukti kuat kiamat makin mepet tu udah banyak. Wa’Allahu’alam wes…
Qt mah cuma bisa Bismillah aja.. moga sangu qt dah cukup buat kehidupan selanjutnya.. Amin..
Ini artikel” yang sempet bikin q ngeri.. Berikut.. Monggo dinikmati cuplikan dari kompas ini..
Sebuah Planet Asing Dekati Kiamat

Ilustrasi
Selasa, 2 Desember 2008 | 05:40 WIB
JAKARTA, SELASA – Sebuah planet asing yang baru ditemukan sangat istimewa karena mengorbit bintang yang tengah sekarat. Planet semacam ini dicari-cari karena dapat membantu para astronom mempelajari proses hancurnya planet. Hal tersebut akan membuka pengetahuan baru mengenai proses terjadinya kiamat di tata surya.
Planet asing tersebut jenis palnet gas dan berukuran enam kali Planet Jupiter. Ia mengorbit bintang raksasa merah bernama HD 102272 yang berada di rasi bintang Leo, 1200 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Di bintang ini sebelumnya pernah ditemukan planet lain namun dengan jarak orbit lebih jauh.
Bintang-bintang berukuran kecil dan sedang seperti Matahari diyakini akan berangsur-angsur berubah menjadi bintang raksasa merah seiring berkurangnya emisi energi nuklir yang dilepaskannya. Begitu hidrogennya habis dilepaskan, inti bintang akan mengembang lalu mulai membakar helium. Bagian permukannya akan menggembung hingga 100 kali ukuran aslinya. Saat Matahari berubah sebesar itu, Bumi dan sejumlah planet mungkin telah hancur.
“Saat bintang-bintang raksasa merah mengembang, mereka akan melahap planet-planet terdekat,” ujar Alexander Wolszczan, seorang pakar astrofisika dari Pennsylvania State University yang merekam planet baru itu dengan Hobby-Eberly Telescope di Observatorium McDonals, Texas, AS. Ia dan timnya menggunakan teknik pemantauan gejolak cahaya saat planet melakukan transit atau melintas di depan bintangnya.
Planet yang baru ditemukan hanya berjarak 0,6 AU (1 astronomical unit setara dengan jarak Matahari-Bumi). Ini merupakan jarak terdekat sebuah planet dengan bintang raksasa merah yang pernah terekam sejauh ini. Bintangnya sendiri baru 10 kali lipat ukuran Matahari dan akan terus mengembang hingga 100 kali lipat.
“Planet itu sendiri mengorbit bukan di ruang hampa melainkan gas yang dihembuskan akibat gejolak bintang. Jadi, energi untuk mengorbit terganggu gesekan atmosfernya dengan gas dan akhirnya mulai limbung bergerak spiral,” jelas Wolszczan. Bagaimana akhir cerita planet tersebut, Wolszczan mengatakan mungkin belum akan terjadi dalam 100 juta tahun ke depan. Matahari sendiri membutuhkan waktu 5 miliar tahun untuk berubah menjadi bintang raksasa merah.
Artikel pertama tu…
Jangan Anggap Remeh Ancaman Hantaman Asteroid

hm..
WINA, RABU – Ancaman asteroid yang berpeluang menghantam Bumi seharusnya menjadi isu dunia dan tidak dianggap remeh. Asosiasi Penjelajah Antariksa Internasional (ASE) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi asteroid yang mengancam akan menghantam Bumi.
Dari 5.000 benda dekat Bumi yang sudah dikenal, dan 500.000 lainnya yang diperkirakan akan ditemukan dalam 15 tahun mendatang beberapa puluh di antaranya berisiko tinggi menghantam Bumi. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan lokal atau regional.
Untuk menghadapi ancaman ini, asosiasi mengimbau kepada badan-badan PBB dan negara anggotanya agar mengembangkan kerangka kerja untuk saling bertukar informasi tentang berbagai asteroid yang berbahaya. Selain itu tentu saja mekanisme pengambilan keputusan untuk menghancurkan atau membelokkan lintasan asteroid-asteroid tersebut.
“Kemampuan teknikal untuk mencegah benturan semacam ini dengan Bumi sudah tersedia,” tulis ASE, yang anggotanya terdiri atas 320 orang yang telah pergi ke angkasa luar, dalam sebuah laporan yang disampaikan di Wina, Selasa (25/11). Sejumlah opsi sedang dikaji, antara lain menghancurkan sebuah asteroid dengan pesawat antariksa berukuran besar atau senjata nuklir, atau mengubah lintasannya dengan memanfaatkan kekuatan gravitasi dari pesawat yang melayang dekat asteroid.
ASE menyatakan struktur pengambilan keputusan hendaknya disusun segera, dengan keputusan akhir berada di tangan Dewan Keamanan PBB. Dampak terbesar dari benda antariksa dalam sejarah adalah kejadian di Tunguska pada 1908, dimana meteoroid membinasakan hutan Siberia seluas 2.000 kilometer persegi.
Lanjut.. Ga nyambung ma 2 artikel diatas, tapi wew…
Lubang Ozon Tahun Ini Membesar

gedhe bgt..
NEW YORK, KAMIS – Tahun ini, lubang ozon yang ada di atas Antartika, Kutub Selatan mencapai luas maksimal hingga 26,88 kilometer persegi. Ini tercatat sebagai lubang terbesar kelima yang pernah terekam sepanjang sejarah.
Luas lubang ozon merupakan hasil pengukuran badan antariksa AS (NASA) yang telah melakukannya sejak 30 tahun terakhir. Pakar atmosfer dari badan antariksa AS (NASA), Paul Newman menilai hal tersebut sebagai lubang yang tergolong besar.
Lubang ozon terbentuk akibat menipisnya lapisan ozon. Hal tersebut membahayakan karena lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi ultraviolet dari Matahari. Meluasnya lubang ozon dinilai sebagai salah satu pemicu pemanasan global.
Biasanya lubang ozon terbentuk setiap bualn Agustus dan mencapi luas maksimum antara September hingga Oktober sebelum kembali menutup. Tahun lalu luas lubang ozon maksimum hanya 24,83 kilometer persegi.
Wiii….. Moga qt ga termasuk orang yang hidup dihari kiamat…
Karna sejelek jeleke orang, ya orang yang hidup di hari kiamat itu…….
Na’udzubillahinmindzalid…..
